Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

OWNER
image

H. Muhammad Ali Maksum, SE

085 742 944 878


Kantor pusat Bimbingan Belajar dan Mengaji Al Anwar terletak di Jl. Menoreh Tengah VII no 40 D Sampangan Semarang 50236.

Silahkan menghubungi no telfon/wa diatas, Kami siap membimbing anda dan putra-putri anda dalam belajar dan mengaji. Semoga berkah

DAHSYATNYA ENERGI KALIMAT TAHLIL

image


Oleh : Gus Maksum, SE

Kalimat tahlil merupakan kalimat yang ringan ketika diucapkan. Namun, sejatinya kalimat yang ringan tersebut memiliki kandungan hikmah dari sisi ketauhidan yang luar biasa. Kalimat tahlil yang kita kenal adalah kalimat lLaa Ilaaha Illallah.

Bersumber dari wikipedia, Kalimat Laa Ilaaha Illallah tersusun dari 3 huruf, yaitu alif-lam-ha (ا – ل – ه), dan terdiri dari 4 kata, Laa, Ilaha, illa dan Allah [لا اله الا الله], dan bisa uraikan sebagai berikut:
Kata laa, disebut laa nafiyah lil jins (huruf lam yang berfungsi meniadakan keberadaan semua jenis kata benda setelahnya). Misalnya dalam kata “Laaraiba fiih” (tidak ada keraguan apapu bentuknya di dalamnya), artinya meniadakan semua jenis keraguan dalam al-Quran. Sehingga laa dalam kalimat tauhidbermakna meniadakan semua jenis ilaah, dengan bentuk apapun dan siapapun dia.

Kata ilah, kata ini merupakan bentuk mashdar(kata dasar), turunan dari kata aliha – ya’lahu(ألـه – يألـه) yang artinya beribadah. Sementara katailaahun (إلـه) merupakan isim masdar yang bermakna maf’ul (objek), sehingga artinya sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah.
Jika digabungkan dengan kata laa, menjadi laa ilaaha (لا إلـه), maka artinya tidak ada sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah, apapun bentuknya.

Kata *illa×, artinya kecuali, disebut dengan huruf istitsna’ (pengecualian) yang bertugas untuk mengeluarkan kata yang terletak setelah illadari hukum yang telah dinafikan oleh laa.

Sebagai contoh, ‘Laa rajula fil Masjid illa Muhammad’, Tidak ada lelaki apapun di masjid, selain Muhammad. Kata Muhammad dikeluarkan dari hukum sebelum illa yaitu peniadaan semua jenis laki-laki di masjid.
Kata Allah, Dialah Sang Tuhan, dikenal oleh makhluk melalui fitrah mereka, karena Dia Pencipta mereka. Sebagian ahli bahasa mengatakan, nama Allah [الله] berasal dari kata al-Ilah (الإلـه). Hamzahnya dihilangkan untuk mempermudah membacanya, lalu huruf lam yang pertama diidhgamkan pada lam yang kedua sehingga menjadi satu lam yang ditasydid, lalu lam yang kedua dibaca tebal. Sehingga dibaca Allah, demikian pendapat pakar bahasa Arab yaitu Sibawaih.

Mengamalkan tahlil berarti Upaya mendekatkan diri kita ke syurganya Allah SWT. Demikian menurut sabda Rosulillah Muhammad SAW:
*عن أبي ذر الغفاري رضي الله تعالى عنه انه قال قلت : يا رسول الله علمني عملا يقربني إلى الجنة ويباعدني من النار، *
Dari Abu Dzar Al Ghifari RA berkata : aku bertanya “Wahai Rasululloh, ajarilah aku amalan yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka”,

Pun demikian, faidah luar biasa lainnya adalah ia merupakan sebaik2 kebaikan yang paling baik. 
قال : إذا عملت سيئة فاتبعها حسنة،قلت : أمن الحسنات قول لاإله إلا الله؟، قال : نعم هي أحسن الحسنات. 
Beliau SAW menjawab “Jika engkau melakukan keburukan maka iringilah dengan kebaikan”, aku bertanya “Apakah perkataan Laa ilaaha illalloh termasuk kebaikan?”, Beliau SAW menjawab “Ya, dia (laa ilaaha illallohh) termasuk kebaikan yang paling baik”.

Tentang Tahlil ini ada sebuah cerita yakni sbb كان واقفا بعرفات وفي يده سبعة أحجار فقد أشهدوا عني عند ربنا بأني أشهد أن لآ إله إلا الله وأن محمدا رسول الله   bahwasannya ada seorang lelaki sedang wukuf di Arofah, di tangannya ada tujuh batu, tujuh batu tersebut bersaksi terhadap lelaki tersebut kepada Tuhan bahwa lelaki tersebut bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, 

فنام فرآى فى المنام كما يرى النائم كأن القيامة قد قامت وأنه حوسب فوجبت له النار فأخذته الملائكة فلما ذهبوا به إلى باب النار فإذا حجر من تلك الأحجار ألقى نفسه على باب النار
kemudian lelaki tersebut tidur dan melihat dalam mimpi seakan-akan hari kiamat telah tiba, dia telah dihisab dan dia harus masuk neraka, maka malaikat membawanya, ketika mereka pergi dan sampai di pintu neraka tiba-tiba ada sebuah batu dari batu-batu tersebut terlempar ke pintu neraka, 

فاجتمعت ملائكة العذاب على رفعه فلم يطيقوه ثم سيق إلى باب آخر فإذا عليه حجر آخر من تلك الأحجار السبعة فلم يقدر الملائكة على رفعه حتى سيق سبعة أبواب النار وكان على كل باب حجر من تلك الاحجار 
malaikat adzab kemudian berkumpul untuk mengangkatnya namun mereka tidak mampu mengangkat batu tersebut, lantas berjalanlah menuju pintu yang lain dan tiba-tiba di pintu tersebut ada sebuah batu yang lain dari tujuh batu tersebut dan malaikat tidak mampu mengangkatnya, hingga menyusuri tujuh pintu neraka dan pada tiap pintu terdapat sebuah batu dari batu-batu tersebut, 

ثم سيق إلى تحت العرش فقالت الملائكة ربنا أنت تعلم بأمر عبدك وأنا لانجد له سبيلا إلى النار فقال الرب تبارك وتعالى عبدي أشهدت الأحجار فلم تضيع حقك فكيف أضيع أنا حقك وأنا شاهد بشهادتك 
kemudian berjalanlah hingga sampai dibawah Arsy dan malaikat bertanya “Wahai Tuhan kami, Engkau mengetahui terhadap urusan hamba-Mu, dan kami tidak menemukan jalan ke neraka baginya”, Allah Ta’ala menjawab “Wahai hamba-Ku, apakah engkau menyaksikan batu-batu, batu-batu tersebut tidak menyia-nyiakan hakmu, maka bagaimana Aku menyia-nyiakan hakmu sedangkan Aku menyaksikan persaksianmu”, 

قال ادخلوه الجنة فلما قرب من باب الجنان اذا أبوابها مغلقة فجاءت شهادة أن لا إله ألا الله وفتحت الأبواب كلها فدخل الرجل.
Allah berfirman “Masukkan dia ke surga!”, ketika dekat dari pintu surga tiba-tiba pintu-pintunya tertutup dan datanglah persaksian bahwasannya tiada Tuhan selain Allah, terbukalah seluruh pintu-pintu sorga dan masuklah lelaki tersebut.

 وحكى الامام الزاهد سيدي المفتي رحمة الله عليه من أبيه المفتي رحمة الله عليه قال إن موسى صلوات الله عليه ناجى ربه 
Dikisahkan bahwa al-Imam az-Zahid Sayyidi al-mufti semoga Allah merahmatinya, dari ayahnya berkata: sesungguhnya Nabi Musa AS bermunajat kepada Tuhannya, 

فقال يارب خلقت خلقا وربيتهم بنعمتك ورزقك ثم تجعلهم يوم القيامة فى نارك فأوحى الله أليه أن ياموسى قم فازرع زرعا
beliau berkata “Wahai Tuhan, Engkau telah menciptakan makhluk, dan engkau telah merawatnya dengan nikmat-Mu serta rizki-Mu, kemudian Engkau menjadikan mereka di neraka-Mu”. Maka Allah mewahyukan kepada beliau AS “Wahai Musa, menanamlah!”, 

فزرعه وسقاه وقام عليه حتى حصده وداسه فقال له مافعلت بزرعك ياموسى قال قد رفعته
kemudian Nabi Musa menanam, menyirami dan memeliharanya hingga memanennya, Allah SWT berfirman “Apa yang telah kamu lakukan pada tanamanmu wahai Musa?” beliau menjawab “Aku telah memanennya”, 

قال الله تعالى فماتركت منه شيئا قال يارب ماتركت الا ما لا خير فيه قال الله ياموسى فإني أدخل النار من لاخير فيه
Allah SWT berfirman “Tidakkah kau tinggalkan sedikit dari panenmu?”, Nabi Musa AS menjawab “Wahai Tuhan, aku tidak meninggalkan kecuali yang tidak baik” Allah berfirman “Wahai Musa, sesungguhnya Aku akan memasukkan orang yang tidak ada kebaikannya ke neraka” 

قال موسى من هو قال الذي يستنكف أن يقول لآ إله الا الله محمد رسول الله.
Nabi Musa AS bertanya “Siapa dia?” Allah SWT menjawab “Orang yang enggan mengucap Laa Ilaaha Illalloh Muhammadur Rosululloh”.

- Masihkah ragu kita ber TAHLIL ?
- Tahlil bukan hanya sebatas ritual, namun ini adalah perintah Allah dan Rosul_Nya.
- Tahlil tidak hanya sebatas manfaat dunia, namun TAHLIL manfaat luar biasa kelak di Akhirat.
- TAHLIL dan TAHLILAN tiada beda dan jangan ENGKAU beda-bedakan.
- TAHLIL dan TAHLILAN itu الرجوع والرجوع ثم الرجوع إلى الله.  Tujuannnya hanya kepada Allah SWT 

Wed, 10 Oct 2018 @14:55


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 BIMBINGAN BELAJAR DAN MENGAJI AL ANWAR · All Rights Reserved